Ternak Sapi Potong

Standar

Ternak Sapi Potong

Pendahuluan. Ternak sapi potong adalah ternak sapi, yang akan diambil dagingnya. Dipotong, disembelih. Baik untuk acara Idul Kurban atau konsumsi. Manfaat sapi dapat di baca “Manfaat Ternak Sapi: Daging, Susu, Tenaga & Eeknya”. Sapi, yang dapat diternakkan ini, adalah jenis lokal & impor. Lokal seperti sapi Bali, sapi Madura, atau sapi Aceh. Sapi luar, seperti: Limosin, Brahman, Simental, Aberdeen Angus.

Jenis yang diternakkan: Bali, Ongole, & sapi Madura. Sedangkan di beberapa wilayah Jawa Barat, dijumpai peternakan penggemukan. Pengusaha ini, mengimpor, kemudian dirawat sekitar 3-6 bulan, sebelum dikirim ke rph. Rumah Pemotongan Hewan. Beberapa daerah kebun sawit, juga berternak sapi. Padahal, areal sawit jutaan hektar, inilah salah satu potensi swasembada daging.

Sapi potong lokal & impor, punya ciri-ciri berbeda. Baik fisiknya: ukuran, bobot, & warna bulu. Maupun keturunanya: laju pertumbuhan, bobot maksimalnya. Sapi Bali bobot maksimalnya 600kg, impor yang tercatat terbesar di dunia mencapai 1,4 ton.

Bobot sapi Bali mencapai 300-500 kg.  Karkasnya 56,9%. Bandingkan dengan jenis ‘bule’ Skotlandia, Aberdeen Angus. Si ‘bule’ ini warna hitam, tak bertanduk, dengan berat 650 kg. Umur 1,5 tahun, balita! Apalagi dewasa nanti, bisa 2x sapi Bali. Cocok untuk sapi potong. Dagingnya banyak.

Dari bobot, memang si ‘bule’ menang. Tapi serat & ‘rasa’ si Bali unggul. Maka munculah ide, orang menyilangkan. Agar diperolah: bobotnya bagus, serat & ‘rasanya’ ok. Sapi Brahman India, karkasnya 45%. Mudah makannya. Tahan caplak. Sapi handal.

Selain daging, bagian lain yang dimanfaatkan:

  1. Kulit untuk: sandal, tas, sepatu, sabuk, topi, jaket, sofa, jok, krupuk, beduk, wayang, koper.
  2. Tulang untuk: kerajinan, bahan lem, direbus membuat kaldu, ditepung untuk campuran pakan ayam.
  3. Tanduk untuk: sisir, penggaruk punggung, pegangan tongkat, hiasan,  & kerajinan lain.
  4. Eek diproses, menjadi gas pengganti elpiji & ampasnya, pupuk kandang.
  5. Juga pipisnya, adalah pupuk cair.

Lokasi Peternakan

Lokasi peternakan, sebaiknya lapangan luas, banyak rumput. Luasnya sesuai jumlah ternak. Makanan utama adalah rumput. Satu sapi, paling tidak mengkonsumsi 1/3 bobot tubuhnya. Tiap hari. Areal inilah nantinya sebagai sumber makanan. Atau juga sebagai lahan menanam rumput gajah.

Bisa juga, lahan yang tidak terlalu luas, asal tetap memadai untuk kandangnya. Hanya, rumput atau pakan harus mencari di tempat lain. Seperti jerami, atau pohon jagung yang dijadikan silase.

Daerah pertanian, dapat mengambil jerami padi sisa panen atau jagung. Setelah diolah, bahan ini dapat disimpan untuk keperluan hingga beberapa bulan ke depan. Agar tidak perlu mencari pakan tiap hari. Juga, jauh dari pemukiman warga. Menghindari protes aroma. Kecuali, semua warga juga ternak. Ok sajalah.

Kemudian kandang yang baik. Kandang yang sehat, kering, & bersih. Kandang mendapat penyinaran matahari. Agar kering, tidak lembab. Lembab akan menimbulkan bau, & muncul kuman penyakit. Dibersihkan tiap hari. Sapinya sehat, terhindar dari penyakit.

Cara Pemeliharaan. Disain kandang sapi ada 3. Tunggal, ganda atau perpaduan ganda. Pilihan kandang, tergantung luas bangunan & jumlah ternak. Sapi ditempatkan berjajar. Kepala beradu kepala dengan jajaran, di depannya. Atau beradu pantat, dengan yang di belakangnya. Diantaranya, disediakan gang kecil, untuk akses pemberian pakan & minum.

Alas kandang dijaga kering & bersih. Alas ini untuk rebahan, istirahat atau memamah biak, nggayemi. Sapi termasuk memamah biak. Alas bisa dari tanah atau adukan semen. Setiap hari, kotoran dibersihkan. Menjaga kebersihan, berarti menjaga kesehatan ternak. Disain alas ini, sedikit miring. Agar air kencing mengalir, alas selalu kering. Sekaligus mudah membersihkan eeknya.

Kandang sapi adalah bangunan sederhana. Kandang sapi dewasa berukuran kira-kira 2×2 m s.d 2,5×2 m. Sapi anakan, lebih kecil, cukup 1,5×1 atau 2x1m. Ketinggian atap berkisar 2-3m. Agar udara bersirkulasi, dan nyaman bagi ternak. Suhu kandang adalah suhu ruang, 25-30 Celsius.

  • Disain Kandang
    Disain kandang sapi bisa, mirip rumah tinggal. Dinding & atap. Bahannya kayu atau dinding bata. Dinding sebagian, terbuka pada samping. Alas tempat istirahat atau rebahan sapi, dari tanah kering dipadatkan. Atau adonan semen. Dirancang sedemikian rupa, agar kencing & eeknya mudah dibersihkan. Sedikit miring keluar. Pada alas juga ditambahkan jerami, atau rumput kering agar hangat. Kalau dingin, sapi bisa ‘masuk angin’, sakit.
  • Posisi alas Kandang

Posisi alas ini, lebih tinggi dari tanah sekitar. Agar, terhindar dari cipratan air hujan yang akan membasahi. Bila terkena cipratan, alas menjadi lembab & basah. Kotoran, juga basah. Selanjutnya, jorok & bau. Penyakit.

  • Ketinggian Atap

Ketinggian atap yang cukup, bagus bagi sirkulasi udara. Pertama, untuk kesehatan ternak, kedua menjaga kelembaban udara. Sirkulasi yang baik, kandangnya sehat. Memberikan rasa nyaman bagi ternak. Menghindari stres.

  • Tempat Makan & Minum

Tempat makan & minum, diletakkan di atas. Setinggi mulut sapi. Bukan cara tradisional yang bawah. Akibatnya, rumput bercampur kotorannya. Posisi sedemikian rupa, agar mudah membersihkan & ketika memberi makan. Pakan & minum bersih, & tersedia cukup.

  • Penanganan Kotoran

Penanganan kotoran sapi, feses & urin, dikelola baik. Alas sedikit miring, akan membantu. Kedua limbah ini, dapat dikelola untuk dapat memberikan nilai ekonomi. Eek dikumpulkan pada chamber, diolah dengan sederhana, akan menghasilkan gas. Gas pengganti elpiji. Baru, ampasnya menjadi pupuk kandang yang bernilai ekonomi. Begitu juga, pipisnya.
Pemilihan Sapi

Pada prinsipnya, sapi yang akan digemukkan adalah sapi yang baik. Tanya kepada ahlinya, kriteria yang baik itu. Selain bibit yang baik, dengan bantuan ahli akan terhindar dari harga yang ketinggian. Beberapa hal yang biasanya diperhatikan, pada ternak yang akan dipelihara adalah:

  • Tampak sehat, tidak ada cacat.
  • Tubuhnya, sehat, tidak ada tanda-tanda sakit
  • Telah terdaftar
  • Kepalanya & matanya bersih, cerah
  • Nafasnya normal, hidungnya bersih – tidak berlendir.
  • Kukunya sehat, depan belakang
  • Kulit & bulunya sehat.
  • Fesesnya baik, duburnya kering tidak ada mencret.
  • Pusar bersih & kering

Pilihan jenis sapi untuk pedaging, adalah jenis sapi Brahman, PO, Bali atau sapi impor lain. Pembelian dapat dilakukan di pasar sapi, atau tempat pembibitan. Melalui koperasi, atau peternak yang sudah pengalaman. Saat ini, sudah banyak tempat pembibitan di Indonesia yang menawarkan bibit lokal & impor. Beberapa alamat dapat diperoleh di web. Mereka menawarkan harga per kg. Siap antar ke seluruh Nusantara. Termasuk tawaran pakan tambahan yang ‘bergizi’, obat-obatan & antibiotik, vitamin & suplemen.

Ciri-ciri sapi pedaging yang sebaiknya diternakkan adalah:

  • Mudah dipelihara & tahan penyakit
  • Badannya besar & kuat
  • Kualitas dagingnya bagus, mudah pertumbuhannya
  • Harga jualnya bagus, dagingnya disukai pembeli
  • Karkasnya tinggi, dengan serat daging yang baik

Perawatan & Pemeliharaan
Perawatan & pemeliharaan sapi meliputi:

  • Penyediaan pakan, minum, & suplemen pertumbuhan
  • Memicu pertumbuhan sehat & cepat, dengan suplemen PIKADO
  • Perlindungan terhadap gangguan alam: hujan, panas, & kondisi lingkungan
  • Perlindungan terhadap keamanan dari pencurian
  • Perawatan preventif
  • Perawatan kuratif, pengobatan bila sakit

Penambahan bobot sapi, tergantung asupannya. Pakan. Pakan akan digunakan sebagai sumber energi & menjadi daging. Dengan asupan yang bergizi, sapi akan sehat & bobotnya bertambah. Makin banyak pakan yang diubah menjadi daging. Makin efisien pertumbuhannya. Fesesnya sedikit, pertumbuhannya cepat, & sehat.

Banyak sapi malnutrisi. Kurus, tulangnya menonjol. Kekurangan makan. Saat ini sudah banyak suplemen yang memicu pertumbuhan. Pikado, misalnya. Menaikkan efisiensi pakan, sedikit yang terbuang.

Pikado, mampu memicu pertumbuhan sapi hingga lebih dari 3kg/hari. Syarat & ketentuan berlaku. Sebelum rumput sebagai pakan, diolah dengan bantuan StrawMix, agar pakan mudah dicerna sapi.

Jadi, perpaduan Pikado tiap hari & pakan telah diolah dengan StrawMix, akan mempercepat kenaikan bobot sapi. Bila ditambah pakan bergizi, lengkaplah makanan sapi. Empat sehat 5 ‘sempurna’.

Pemberian pakan, dapat melalui digembalakan atau di kandang. Atau, gabungan kedua cara itu. Digembalakan di areal rumput dalam waktu tertentu. Kalau dikandangkan, peternak yang mencarikan pakannya.

Pakan bisa memanfaatkan batang padi atau jagung. Pada waktu panen, bahan ini melimpah. Bisa diproses dengan StrawMix & disimpan dalam waktu yang lama. Di silo. Sebagai cadangan makanan, dalam waktu yang lama.

Ada 2 asupan makanan sapi: pakan utama berupa rumput-rumputan & pakan tambahan.

Pakan utama dari rumput-rumputan, dibagi dalam 3 kelompok:

  • segar
  • kering, &
  • silase.

Rumput hijauan segar berupa: rumput-rumputan, kacang-kacangan & lainnya. Alang-alang kurang bagus untuk makanan sapi, karena sifat daunnya. Rumput hijauan ini dapat juga dibudidayakan di lahan-lahan sela, di pinggir-pinggir sungai, atau di tempat-tempat kosong sepanjang pematang atau jalan desa. Seperti: rumput gajah, rumput raja, daun turi, daun lamtoro. Bahkan, ada jenis rumput ‘raksasa’, yang tingginya hingga 12m.

Untuk meringankan pemberian pakan ini, dapat dilakukan teknik pakan silase. Dengan bantuan  StrawMix, pakan kering dapat disimpan di silo-silo. Disusun ke atas, agar tidak setiap hari sibuk menjari rumput. Sekaligus, pemberian hemat pakan, tanpa mengganggu pertumbuhan bobot sapinya.

Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang dikeringkan. Agar tahan disimpan lebih lama. Yaitu: jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. Bisa digunakan pada musim sulit rumput atau kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.

Cara di atas disebut silase. Pembuatannya sederhana: hijauan ditutup rapat di suatu wadah besar. Kolam bata atau tanah, kemudian ditutup dengan terpal atau plastik. Prosesnya anaerob, tanpa udara. Ditambahkan pemercepat proses, seperti StrawMix. Ditunggu beberapa hari, akan terjadi fermentasi. Hasilnya silase. Silase ini bisa awet beberapa bulan. Mengurangi repotnya cari rumput. Contohnya: silase rumput gajah, silase jagung, silase jerami.

Kedua, pakan tambahan, berupa:

  • bekatul,
  • bungkil kelapa,
  • onggok/gaplek,
  • ampas tahu

Bahan-bahan di atas, dicampur dengan rumput yang dipotong-potong. Ditambah mineral penguat: garam dapur & kapur. Siap sebagai pakan.

Penanganan Kotoran. Feses sapi, dikeluarkan dari kandang setiap hari. Agar kandang bersih. Kotoran ditimbun, ditunggu, akan menjadi pupuk kandang. Atau, diolah. Dimasukkan tangki beton atau tembok, dicampur air & diaduk. Beberapa saat kemudian, akan keluar gas. Ditampung. Gas yang dapat dimanfaatkan pengganti elpiji.

Setelah gasnya habis, ampasnya sudah menjadi pupuk kandang. Garis besarnya seperti ini.

Selain pakan, air minum harus tersedia dalam jumlah yang cukup & bersih. Tempat minum dibuat dari bak semen, letaknya agak tinggi tapi mudah dijangkau sapi. Dihindari dari terkontaminasi kotoran sapi.

Sapi dimandikan 1-2 minggu. Agar bersih, sehat, terhindar dari penyakit kulit & kuku. Kandangnya bersih, sapinya juga. Orangnya juga.

Penyakit & Pengobatannya

1.      Antraks.

Penyakit Antraks penyebabnya adalah kuman Bacillus anthracis. Penyakit ini, menular melalui kontak makanan, minuman, & pernafasan. Tanda-tanda penyakit:

  • demam tinggi,
  • badan lemah & gemetar
  • nafas sulit, terganggu
  • kelenjar dada, leher, alat kelamin bengkak; badan berbisul
  • dari hidung, telinga, mulut, anus & vagina, bisa keluar darah merah hitam;
  • feses cair & bercampur darah;
  • limpa bengkak, kehitaman.

Pengobatan: vaksin, antibiotika, diisolasi. Sapi yang mati: dikubur atau dibakar untuk mencegah penularan. Dagingnya dilarang dimakan manusia, berbahaya.

2. Penyakit mulut & kuku (PMK) atau Apthae epizootica (AE)

Penyebab PMK adalah virus. Penularan penyakit ini, melalui kontak langsung. Dengan media penyebarannya: air kencing, air susu, air liur & yang tercemar kuman ini. Tanda-tanda penyakit:

  • Sapi demam, suhu badan menurun
  • Tidak mau makan, atau nafsu makan menurun
  • mulut, lidah, & telapak kaki melepuh; tonjolan berisi cairan bening
  • produksi air liur banyak

Cara mengobati: vaksin, isolasi atau dirawat terpisah, di kandang lain.

3. Ngorok atau Septichaema epizootica (SE)

Penyakit ini muncul akibat bakteri Pasturella multocida. Menular melalui makanan & minuman. Tanda-tanda penyakit:

  • kulit kepala & selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah & kebiruan;
  • leher, anus, & vulva  bengkak
  • radang paru-paru, selaput lendir usus & perut
  • demam & sulit nafas, mirip suara orang ngorok.
  • Kondisi parah, sapi akan mati dalam waktu cepat.

Pengobatan: vaksin & antibiotik atau sulfa.

 4. Radang kuku/kuku busuk

Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara di kandang jorok. Basah & kotor. Kotoran jarang dibersihkan. Tanda-tanda penyakit:

  • sekitar celah kuku bengkak & keluar cairan putih ;
  • kulit kuku terkelupas;
  • tumbuh benjolan yang sakit;
  • ternak pincang & bisa lumpuh.

Mencegah lebih baik dari mengobati. Menjaga hal-hal yang menimbulkan penyakit, melalui disiplin menjaga kebersihan semua aspek. Kandang & pakan. Memeriksa kesehatan rutin, sebelum jatuh sakit parah, akan mengamankan investasi. Kematian berarti kerugian. Dirangkumkan garis besarnya:

  • Disiplin menjaga kebersihan kandang & lingkungan, rutin dimandikan
  • Menjaga lantai kandang bersih, kering, & tidak lembab dengan sirkulasi udara memadai
  • Rutin memeriksakan ke dokter hewan, atau mantri.
  • Belajar cara-cara pemeliharaan & gejala-gejala penyakit & pengobatannya.
  • Bila sakit, dirawat dengan kandang terpisah. Divaksin & antibiotik

Hasil ternak ini adalah daging. Sapi dapat dijual di pasar tradisional pada hari pasaran. Atau pada hari Idul Kurban, yang biasanya harganya lebih tinggi, dibanding hari biasa.

Tambahan. Pemotongan Sapi. Setelah dipotong, sapi dikuliti, isi perut (visceral) dikeluarkan. Cara mengeluarkan jeroan ini dengan menyayat perutnya. Ususnya diamankan dahulu, untuk menghindari kotorannya berceceran ke daging lain. Menimbulkan bau & mengotori.

 Pemotongan Karkas. Sapi yang berkualitas, bila karkas mencapai sebesar 60% bobotnya.  Akan tetapi, hanya diperoleh 46,50% recahan daging. Sapi potong, tidak seluruhnya menjadi karkas & karkas pun tidak akan semuanya menjadi daging.

Daging sapi tidak sama kualitasnya, di setiap bagian tubuhnya. Penggolongan ini berkaitan dengan kualitas. Penggolongan ini mengacu pada lokasi pada tubuh sapi. Rincian urutan kualitasnya adalah sbb:

  1. Daerah paha (round)                                                         sekitar 19,5%
  2. Daerah pinggang (loin)                                                     sekitar 17,5%
  3. Daerah punggung & tulang rusuk (rib)                             sekitar   9,5%
  4. Daerah bahu (chuck)                                                         sekitar 25,0%
  5. Daerah dada (brisk)                                                          sekitar   5,5%,
  6. Perut (frank)                                                                      sekitar   4,5%,
  7. Daerah rusuk bawah hingga perut bawah (plate & suet) sekitar 10,0%,
  8. Daerah kaki depan (foreshank)                                         sekitar   2,2%.

Sisa karkas yang dapat dimakan disebut edible offal, yang tidak dapat dimakan inedible offal . Misalnya: tanduk, bulu, saluran kemih, & lainnya.

 Peluang Usaha. Ternak sapi mempunyai potensi ekonomi yang baik, menguntungkan. Baik untuk diambil dagingnya, susunya atau anakannya/bibit. Semuanya menguntungkan secara ekonomi. Meskipun, impor daging sapi Indonesia mencapai 570 ribu ton. Itu hanyalah kekurangan suplai 40%. Yang 60% masih dipenuhi lokal.

Kebutuhan tiap tahunnya masih tinggi. Untuk jelasnya, perlu dipelajari lebih baik cara pemasaran hasil ternak ini. Agar diketahui jelas penjualannya, sebelum memulai usahanya. Informasi ternak ini banyak tersedia di internet. Mulai dari teknik budidaya, tempat pembelian bibit, obat & suplemen. Bahkan beberapa web menyediakan chating, atau konsultasi gratis, saran-saran. Baik teknis maupun ekonomis, pendanaan, atau pola kerjasama.

Ada 3 organisasi pemasok daging nasional, yaitu:

  1. KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia), wakil ternak rakyat.
  2. APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot Indonesia), wakil ternak penggemukan
  3. ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia) wakil importir

(Sumber: Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas, ternaksapi.com, web)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s